Merasa Dicurangi, Rekanan Protes Kinerja ULP Lutim

Posted on 02.31 Under 0 komentar

SGI - Proses  tender paket proyek yang dilakukan Pokja Konstruksi pada Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kabupaten Luwu Timur disinyalir sarat rekayasa dan menjadi lahan basah mafia tender.
Hal ini di ungkapkan sejumlah rekanan yang ikut menawar di beberapa paket proyek yang di lelang ULP via Portal LPSE Luwu Timur.
“Sepertinya ada mafia tender pada tiap pelelangan yang dilakukan pokja ULP Lutim. dan Pokja  terlalu berani melakukan hal itu, mengingat sistim tender online hasil kerja Pokja  bisa di akses publik,” demikian di beberkan Amin, Salah satu Rekanan dari Managemen Primadonna Group.
Salah satu pelelangan paket proyek yang menurutnya sarat permainan kongkalikong adalah paket Proyek Peningkatan Saluran di Bambalu pada Satuan Kerja Dinas Pekerjaan Umum.
Proyek yang di lelang Pokja Konstruksi II ULP dengan nilai HPS Rp 2.745.000.000,00 yang penetapan pemenang lelangnya diduga sarat rekayasa.
“Pokja menggugurkan kami dengan alasan gugur teknis,karena menurut Pokja,  metode pelaksanaan menjelaskan pemakaian bahan pasir pasang untuk pekerjaan beton K-225 sedang pada analisa di RAB lelang menggunakan pasir beton,” ungkap dia.
Masih menurut Amin,  jika hal itu dianggap pokja adalah kesalahan Substansi, Pokja ULP Harusnya Konsisten, karena memang di BOQ pada dokumen Pengadaan didalam AHSP tercantum penggunaan Pasir Beton, tetapi pada daftar harga satuan tidak ada item Pasir beton, yang ada hanya pasir pasang.
“Kesalahan Penawaran kami tidak substansi,  hanya Pokja ULP yang tidak Konsisten dalam melakukan evaluasi. kami menyusun dokumen Penawaran berdasarkan Dokumen Pengadaan dari mereka, Dalam dokumen pengadaan di daftar harga Bahan tidak mencantumkan Material Pasir beton, yang ada hanya pasir pasang,” beber Amin.
Seharusnya menurut Amin, dalam melakukan evaluasi penawaran, Pokja berpedoman pada tata cara kriteria yang ditetapkan pada dokumen pengadaan. Tapi pada evaluasi Paket lelang ini, Pokja ULP  juga telah melakukan tindakan Post Bidding.
“Kami Menduga, ada unsur kongkalikong di pelelangan ini yang merugikan daerah Ratusan Juta Rupiah.  Karena itu seharusnya PA/KPA Satker Dinas PU segera membatalkan proses pelelangan paket Peningkatan Saluran di Bambalu, Demi mencegah terjadinya praktek Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) serta perbuatan merugikan orang lain/pihak ketiga dalam proses tender tersebut,” ungkapnya.
Senada dengan itu, Manager  Teknis PT. Kurnia Mulia Mandiri,  Muh. Zulfikar mengungkapkan bahwa kuat dugaan  Pokja konstruksi II  ULP Luwu Timur telah melakukan penyalagunaan wewenang karena dengan sengaja menggugurkan peserta tender yang lebih rendah penawaran harganya dengan alasan yang sangat tidak masuk akal demi memuluskan perusahaan Pemenang untuk menang dalam tender ini.
“Sangat tidak masuk akal, kami digugurkan dengan alasan Jadwal waktu pelaksanaan melebihi jadwal waktu yang ditetapkan dalam dokumen lelang yaitu 26 minggu = 182 hariPadahal kami mengikuti time schedulle di dokumen lelang yang memang menggunakan time schedule Mingguan dengan Masa pelaksanaan 26 minggu,”  ungkap Zulfikar.
Karena Proses Lelang ini sudah sangat merugikan rekanan yang ikut di tender tersebut, mereka berharap Aparat penegak hukum mengusut dugaan penyalagunaan wewenang dan persekongkolan lelang yang telah dilakukan oleh pokja ULP.
“Dalam waktu dekat ini, Kami akan memasukkan Laporan ke Penegak hukum, dan berharap bisa ditindak lanjuti nantinya.  mudah-mudahan kedepan tidak ada lagi rekanan yang menjadi korban dari  permainan kotor para pokja ini”  harap Amin.
Sementara itu, ketua Pokja Konstruksi ULP Luwu Timur, Muhammad Rikmal, ST berkali kali dihubungi untuk keperluan konfirmasi, handphonenya dalam keadaan tidak aktif. (*/FIM)


About SGI

Sanagi Group Indonesia (SGI) . Learn more about SGI here and connect with SGI community in Twitter,Facebook


0 komentar